Langit Senja Pelangi

Sebagai anak tertua, saya harus bisa melindungi  adik-adik saya. Karena kebetulan saya terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Adik saya yang kedua bernama Langit, dan adik saya yang paling bungsu namanya Pelangi, kami sering memanggilnya Langi. Jarak saya dengan Langi terpaut lumayan jauh. Langi sekarang baru kelas enam SD. Sebetulnya dulu saya tidak ingin punya adik lagi. Tapi sewaktu saya melanjutkan sekolah ke kota lain, ibu saya jadi tidak ada satpam yang mengawasinya. Hahaha…, sebab biasanya saya hanya tidur kalau ditemani ibu. Saya tidak berani tidur sendirian saat itu. Nah saat saya sekolah diluar kota itulah saya jadi punya adik lagi.

Sebenarnya saya malu punya adik lagi, meskipun ibu saya masih muda. Saat melahirkan Langi ibu berusia 34 tahun. Jadi belum terlalu tua untuk melahirkan lagi. Meskipun malu, saat ibu mau melahirkan, saya orang yang paling cemas. Dan saat Langi lahir, wah, hati saya merasa senang sekali. Langi sangat mungil, putih,cantik dan menggemaskan. Dan saya suka berlama-lama memandangi Langi. Mahkluk sekecil itu bisa mengubah dunia ya…, bahkan saya sering terlambat sekolah bila sudah berlama-lama dengan Langi. Saat kecil Langi memang membuat semua orang jatuh hati, karena kecerdasannya. Dia juga cerewet , bawel dan suka sekali bertanya.

Tapi itu Langi saat kecil, tapi Langi yang sekarang jadi bandel sekali. Meskipun ia sangat mandiri. Saya selalu khawatir dengan Langi. Meskipun ia sekarang baru berusia sepuluh tahun, tapi badannya sangat bongsor. Dan ia juga sudah terlalu dewasa dalam berpikir. Bahkan ia sudah berpikir jauh ke depan. Meskipun ini bagus, saya tetap khawatir. Ia juga sering merasa iri. Meskipun itu sesekali. Sering bandel kalau dinasehati. Terkadang saya jadi bertengkar dengan Langi, meskipun akhirnya selalu baikan. Tapi kecemburuannya pada saya ini yang membuat saya khawatir.

Langi selalu iri karena kulitnya yang agak coklat sementara saya berkulit putih. Selalu iri kalau ada yang bilang saya lebih cantik dari dia. Tentu saja ini cuma bercanda, tapi hal ini membuat Langi jadi marah, dan merusak barang-barang saya. Tapi biasanya dia akan meminta maaf setelahnya. Apa mungkin ini karena kami terlalu memanjakannya ya? Saya sangat sayang sama Langi, tapi saya sayang juga sama Langit. Mereka adalah jiwa-jiwa saya yang lain. Adik-adik yang harus saya lindungi. Saya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa mereka.

Hal yang saya sukai dari Langi adalah, dia pandai sekali bergaul. Dia mengenal semua orang, bahkan sama orang tua yang tidak saya kenal. Pernah saya melihat dia asyik ngobrol sama bapak tukang becak yang mengantarnya pulang sekolah. Dan mereka tertawa bersama. Saat saya tanya, apakah dia mengenal bapak tukang becak itu, dia menjawab bapak itu adalah temannya. Kemudian saat Langi saya ajak ke desa lain, semua anak juga mengenal Langi. Mereka menyapa Langi, dan bukan seusia dia saja yang menyapanya. Bahkan ibu-ibu juga sangat akrab dengannya. Sifat ini yang tidak ada pada saya. Karena saya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul.

Betapa Langi sangat disukai teman-temanya. Bahkan oleh guru-gurunya di sekolah. Mungkin karena Langi sangat rajin dan ringan tangan, Selain itu Langi juga anak yang cerdas. Dari TK dia sudah sering berprestasi. Bahkan Langi sering menasehati kami, kakak-kakaknya. Pikirannya jauh sekali dari usianya. Terkadang saya sampai heran dengannya. Bagaimana dia bisa berpikir seperti itu.

Saat dia duduk di kelas dua , kebetulan ada tetangga kami yang sudah tua, tapi sangat jorok. Langi bilang sama ibu seperti ini “Ibu besok jangan seperti mbah ya, pipis sembarangan, nanti Langi tidak mau merawat ibu kalau jorok”, mungkin ini kata-kata sederhana. Tapi ini diucapkan Langi saat usia delapan tahun. Bahkan saat dia TK, dia pernah bilang seperti ini “Langi ingin punya banyak bus, nanti kak Langit kerja pada Langi jadi supir busnya Langi”, dia masih lima tahun saat bercita-cita punya banyak bus.

Tapi saya pernah jadi korbannya Langi. Saat dia kelas tiga, melihat rambut saya yang panjang, Langi ingin memotong rambut saya. Dia bilang “biar Langi ratakan rambutnya mbak”, saya bilang, apa dia bisa memotong rambut. Karena dia terlalu bersemangat, saya jadi tidak tega menolaknya. Akhirnya saya relakan rambut saya. Tentu saja hasilnya tidak memuaskan. Rambut saya jadi acak-acakan tidak rata. Dan dia malah bilang “ mbak Lalang harus maklum, ini kan salon baru, jadi masih ada kesalahan” dia mengatakan itu sambil berbisik. Siapa orangnya yang tidak gemas mendengar itu. Mau marah  akhirnya tidak jadi marah. Langi juga memiliki jiwa bisnis sudah dimulai sejak kelas empat, saat ada pelajaran praktek yang membutuhkan alat-alat seperti kertas karton. Dia menyediakan buat teman-temannya. Jadi teman-temanya tidak usah membeli di luar dan akan membeli kertas karton darinya. Dan dia bisa mendapat keuntungan dari itu. Dan Langi juga sering melindungi saya. Kalau saya sedang jalan-jalan dan ada yang mengganggu saya, maka Langi akan berteriak dengan lantang mengusir mereka. Padahal seharusnya saya yang melindungi Langi, tapi ini malah kebalik. Langi benar-benar menjadi pelangi dan mewarnai hidup saya. Semua orang menyayangi Langi.

Langit, dia adik saya yang nomor dua, jadi setelah saya lahir, dua tahun kemudian Langit lahir,  dia juga kakak Langi. Tapi Langit berbeda dengan Langi. Langit agak kurang cerdas dalam pelajaran. Meskipun dia anak laki-laki satu-satunya. Langit tidak pernah mendapat perlakuan istimewa dari ayah dan ibu. Langit juga sangat  bandel. Sering bertengkar dengan ayah. Hal yang lucu yang aku ingat tentang Langit adalah saat dia kelas satu SD, ketika ibu tanya, Langit, besok kalau sudah besar kamu mau jadi apa? Dia menjawab pengen jadi guru matematika, tapi saat pelajaran matematika selalu saja mendapat nilai nol. Langit juga terlahir agak beda dengan kami. Dia memiliki rambut berwarna coklat terang seperti orang Belanda. Rambutnya selalu mengkilap jika tertimpa cahaya. Setiap pulang main bersama teman-temannya dia selalu menangis karena diejek teman-temannya karena warna rambutnya itu. Dan biasanya Ayah akan memangkas habis rambut Langit, tapi tumbuhnya selalu merah kekuning-kuningan. Akhirnya ayah mengecat rambut Langit agar terlihat hitam. Jadi setiap rambutnya panjang selalu dicat, begitu seterusnya.  Langit juga pernah tidak naik kelas. Meskipun Langit tidak pandai dalam hal pelajaran, tapi Langit memiliki kemampuan dalam hal berkebun. Dia juga pandai beternak sejak kecil. Langit memiliki kebun bunga yang indah dan hewan piaraan yang sangat banyak. Rumah kami jadi seperti kebun binatang saja. Dia memelihara ayam, itik, burung, ular juga. Bahkan dia pandai menangkap ular cobra yang sangat berbisa. Dia juga tahan racun ular. Sejak kecil Langit memang penyayang binatang. Pernah dia memelihara buaya kecil. Mungkin karena terbiasa Langi (adik saya yang paling kecil) jadi tidak takut dengan hewan-hewan itu. Bahkan Langi berani menaruh buaya di tangannya. Memegang ular sanca yang sangat besar juga. Tapi Langi pernah digigit buaya kecil, waktu itu Langi masih tiga tahun. Meskipun tidak parah, dan Langi tidak trauma dengan hal itu.

Langit juga pandai memancing ikan, pernah dia mennjadi juara pada lomba memancing. Ayah saya suka sekali memancing, saya dan Langit jadi suka memancing, karena ayah sering mengajak kami memancing. Bahkan sampai sekarang, setiap ayah libur kerja, selalu memancing. Langit juga memiliki banyak teman. Langit berwajah lucu karena itu dia disukai banyak teman. Memang Langit tidak memiliki wajah setampan ayah. Langit jadi sering minder dengan hal itu. Entah kenapa ya, Langit selalu saja ribut dengan ayah. Memang saya merasa lebih beruntung, karena ayah sangat menyayangi saya ketimbang sama Langit. Tapi saya jadi merasa tidak enak sama Langit. Tapi alhamdulillah, sekarang ayah jarang bertengkar dengan Langit. Saya jadi senang dan lega. Tapi saat kakek saya masih hidup, Langit adalah cucu kesayangan kakek. Apapun yang diminta Langit pasti selalu diberikan. Tapi sayang kakek meninggal sebelum Langi lahir. Jadi Langi tidak mengenal kakek. Andai saja kakek masih ada, pasti senang memiliki cucu seperti Langi.

Saya hidup diantara Langit dan Pelangi, dan akan selalu menyayangi mereka dengan tulus. Sebagian nyawa saya ada pada mereka, dan yang paling penting karena kita terlahir dari perut yang sama. Kita terlahir dari darah yang sama. Dan kita bersaudara. Meskipun terkadang kami juga sering berantem.  Karena usia Langit yang tidak terpaut jauh dengan saya, kita jadi sering berantem, meskipun selalu baikan. Ya itulah indahnya persaudaraan. Tak ada dendam diantara kami.

Langit, Langi, andai saja kalian membaca ini, sungguh mbak sangat sayang pada kalian. Meskipun sekarang mbak jauh dari kalian, tapi mbak selalu mendoakan kalian. Semoga Allah selalu melindungi kalian adik-adik mbak.

Langit , tetaplah menjadi langit, yang selalu tegar dalam segala hal.

Tetaplah engkau menjadi Langit agar Senja (mbakmu ini) bisa menyapukan warna jingga di punggungmu.

Tetaplah engkau menjadi Langit, agar Pelangi (adikmu) bisa menyapukan warna-warni sebagai penghiasmu.

Langi, tetaplah engkau menjadi Pelangi yang indah, yang bisa memberi warna pada dunia. Jadilah adikku yang manis, sholeha dan bisa membanggakan orang tua.

63 thoughts on “Langit Senja Pelangi

  1. ” Saya hidup diantara Langit dan Pelangi”,
    mba … baca kisah ini, saya terharu …
    juga terinspirasi buat bikin cerpen lagi ..

    temen saya,ada yang mirip dengan mba … dia anak sulung, dengan dua adik … dan semenjak SMP, kedua orang tuanya tiada … tapi, dia gak pernah tampak sedih, luar biasa ..

    semangat mba, jangan biarkan Pelangi itu redup, dan kelam ,.,,
    semangat mba, jangan biarkan Langit itu runtuk dan kelabu …

    Senja itu indah,, dan keindahan itu kan selalu Warnai Langit, dan hiasi Pelangi …

    salam buat mereka berdua,
    salam CeLoTeh …

    • Terima kasih sudah membaca cerita saya🙂

      senja akan selalu hidup agar langit dan pelangi menjadi tetap indah..

      Nanti kalau cerpennya sudah jadi, kasih tau saya ya..🙂
      tetap semangat kok

  2. senja sajah sudah indah apalagi ditambah pelangi pasti indah sangattt

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih😀

  3. hai senja,
    kisah yang menyenangkan dan penuh luahan rasa sayang sang kakak, aku denganmu sama, aku anak pertama cuma dari dua bersaudara adikku perempuan namanya Marlia . karena kita berbeda jenis,:mrgreen: terus terang saja hubungan saya dengan adik saya kurang akrab, tapi bukan berarti kami tak saling sayang . hehehhe . sesekali sebagai kakak ya saya ajak juga dia main, tapi setiap kali jalan berdua orang-orang pasti dan misalnya kawan-kawan saya bilangnya itu pacarnya ya, ckckkckc . alhamdulillah, kami tak ada saling iri, hehhe . salam buat adik-adiknya ya . nama-namanya benar-benar unik😉

    salam .

      • sama ya…, tapi aku sama Langit terkadang juga sering berantem lho, padahal kita lain jenis🙂
        sama Langi jarang sih, mungkin karena jarak kita yang terlalu jauh…

        pasti aku sampaikan salamnya🙂 salam buat adiknya juga ya…

        aku sudah pasang linknya, terima kasih ya…

  4. Namanya bagus, namun pada saat membaca, saya suka tertukar antara langit dan langi😛 Semoga saja adik-adik mba bisa membaca tulisan ini🙂

    Salam kenal juga ya mba😀

  5. Saya sempat salah-salah baca tadi, hehehe…
    saya cuma berdua pula sih sam abang saya. Jadi memang belum pernah merasakan mengurus adik. Tapi skrg bisa terwakilkan dgn mengurus anak🙂

  6. Terharu bacanya🙂
    kalo QK anak ke 2 dari 3 bersaudara..
    tapi adek QK udah nggak ada.
    cuma tinggal kakak doank, yg sejak kecil sampe gede gini kerjaan ribut melulu
    dan… ya gitu dech.. seolah jadi langit aja setelah baca postingan ini:mrgreen:
    ndank cepet pulang mbak… ditunggu adek”nya itu loh ehhe

    HIDUP!!! ^_^

  7. Hmmm…. hidup diantara langit dan pelangi. Sebuah jarak yang jauh sekali untuk dijalani.
    semoga berhasil dan sukses menjaga kelestarian keluarga.
    salam superhangat

  8. Berbahagialah punya adik2, lha saya malah anak tunggal je.
    Nakal waktu kecil boleh2 saja asal setelah besar menjadi baik.

    di BlogCamp ada acara pemilihan Superman berhadiah. silahkan bergabung ya.
    Salam kenal dari Surabaya

    • saya merasa bahagia karena ada adik-adik saya pak
      semoga suatu saat adik-adik saya bisa berguna bagi agama dan bangsa ini ya..🙂

      salam kenal juga pak, terima kasih…

  9. Seperti membaca sebuah novel yang syarat dengan kasih sayang antar anggota keluarga. Seakan-akan hanya maut yang dapat memisahkan 3 petualang tersebut. Menjandikan contoh teladan bagi semua….

  10. suatu ksatuan, jd inget mantanqu dulu, qt pcran cma lwat hp slama hmpir 2 thn lbh.. pcr misterius yg gag mau dtmui. . . tp qu pcy dy, qt pisah krna bnyk alasan n qu syg sama dy. . . qt sama2 suka liat langit, bintang bulan n senja, dy panggil qu bulan n qu panggil dy kak bintang. . n qt brkhyal pny anak dbri nama langit senja, n janji jk gag brjodoh qt bkal kasih nama anak qt LANGIT SENJA,

    eh trnyta gag brjodoh , qu pny anak cewe tadinya mau tag kasih nama langit senja tp suamiqu rada gag setuju stlh tau alasanqu . . akhrnya qu cri nama bru,JANNITA . . pdhl qu pgn nama tu, karna nama tu yg menghdupkanqu dwaktu qu mati rasa. . .

    merindukan adjiey, langit senjaqu. . . hehehe qu msh brharap dy ada n baca biar dy tau qu memang dulu penah amat sangat mengharapny. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s