Pulang

Seperti biasa, adik saya Pelangi SMS saya, dia ingin saya segera pulang. Saya baru nyadar, ternyata sudah dua bulan tidak pulang. Kangen juga sama dia, jadi saya putuskan hari sabtu untuk pulang ke rumah. Walaupun saya sudah packing malam hari, apa saja yang akan saya bawa, tapi selalu saja kalau sampai rumah ada yang terlupa tidak terbawa. Sepertinya ini sudah jadi penyakit saya😀

Saya lumayan kepayahan membawa barang bawaan saya. Apalagi saat harus berjalan , capek juga rasanya. Apalagi kalau sudah di terminal, banyak sekali calo bus yang sepertinya mengganggu, meskipun itu sudah menjadi penghidupan mereka. Tapi saya risih kalau harus berhadapan dengan mereka yang sepertinya sering memaksa. Apalagi saya harus menjijing dua tas, yang satu berisi baju-baju saya, dan tas yang satunya lagi adalah dunia kecil saya.  Dunia kecil saya ini selalu menemani saya kemanapun saya pergi, jadi rasanya aneh kalau saya harus meninggalkannya.

Sebenarnya saya ini malas sekali kalau harus naik bus, tapi gimana lagi, saya tidak berani berkendara terlalu jauh, dan ibu saya juga melarang saya. Kata ibu demi keselamatan saya. Biasa seorang ibu pasti selalu khawatir dengan anak-anaknya. Itulah ibu yang baik tentunya. Tapi dengan naik bus berarti saya harus menahan asap kendaraan yang mengandung timbal itu, bau rokok, bau keringat, terkadang berdesakan dengan penumpang lain. Dan yang lebih parah lagi, saya harus extra berhati-hati menjaga barang bawaan saya. Dua kali saya kecopetan saat naik bus. Hingga saya sempat dendam sama pencopet. Meskipun sekarang saya telah memaafkannya. Mungkin uang itu bukan rizki saya. Tapi bagaimanapun mengambil barang milik orang lain itu salah. Dan saya tetap benci dengan perbuatan itu. Bayangkan, dua kali saya kecopetan, dan dua kali pula saya terpaksa tidak membayar bus, karena sudah tidak ada uang lagi. Sedih sekali saat itu. Hingga saya memutuskan untuk mengerjai pencopet itu.

Saya menaruh potongan-potongan kertas dalam dompet saya, setiap potongan kertas itu saya kasih tulisan “kaciiiiaaaannnnn deh loooooooo…..”. Terus saya menaruh dompet saya di tempat yang terlihat. Tentu saja dompet saya ini terlihat tebal dan seperti berisi uang banyak. Kemudian saya memancing pencopet itu. Benar saja, saya merasakan ada yang meraih dompet saya. Dan dalam sekejap, dompet saya sudah berpindah tangan. Ajaib sekali bukan? Dan saya sempat melihat pencopet itu turun dari bus. Dalam hati saya bersorak gembira karena sudah berhasil mengerjai pencopet itu. Saya sempat membayangkan, betapa terkejutnya pencopet itu saat harus membuka dompet saya yang isinya cuma potongan kertas dan bertulisakan “kaciiiiaaaannnnn deh loooooooo…..”, hahaha……., dalam bayangan saya pencopet itu mukanya merah, sambil mengumpat “sialan!!”.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya mengenai pencopet. Bagi anda yang bepergian naik kendaraan umum, sebaiknya hati-hati menaruh dompet atau barang berharga lainnya. Uang jangan di taruh di dompet semua, sebagian lagi taruhlah di tempat rahasia dalam tas anda. Kalau anda sedang tidak membawa tas, dan terpaksa menaruhnya di saku, taruhlah di saku yang sebelah kiri. Posisi kiri membuat pencopet kesulitan untuk meraih dompet anda. Dan yang terpenting, berhati-hatilah dengan orang yang baru anda kenal di bus. Karena pencopet yang saya lihat telah mengambil dompet saya itu berpenampilan rapi dan bersih. Dan tak ada tampang seorang kriminal. Tapi ternyata dia seorang pencopet.

Bus yang saya tumpangi ini berjalan dengan pelan sekali. Terasa sangat lama berada dalam bus. Tapi alhamdulillah saya mendapat bus yang baik. Saya selalu tidak bisa tidur dalam bus, karena saya pernah keblabasan saat tertidur di bus. Jadi seharusnya saya sudah turun, tapi karena saya tidur, saya terlewat sampai lumayan jauh. Dan saya trauma dengan hal itu. Saya berusaha tetap terjaga selama perjalanan. Meskipun Cuma duduka saja, tapi naik bus bikin badan kita jadi capek setelahnya. Tapi ada perasaan senang, karena sebentar lagi saya akan berada di rumah.

Setelah beberapa saat saya terguncang-guncang dalam bus, akhirnya saya sampai rumah juga. Senang sekali rasanya, bisa berkumpul dengan keluarga. Dan seperti biasa, Pelangi sudah membersihkan kamar saya, mengganti sepre saya, dan menatanya dengan rapi. Dan saat saya sampai rumah, tinggal istirahat saja. Dan tiba saatnya saya bermanja-manja dengan ibu saya…., akhirnya saya pulang…..🙂

35 thoughts on “Pulang

  1. welcome home lalang… ^^ manis sekali ya kalau pulang… rindu dan sayang itu akan tercipta dan semakin berharga kala kita sedang berjauhan dengan org yang selama ini dekat dengan kita… pelangi dan ibu pasti semakin sayang pada lalang ya?

  2. 😆
    ide yang unik, saya juga pernah kecopetan, dan jika sudah begitu saya tidak pernah gimana-gimana, sudah lah, biarkan .:mrgreen:

    well,
    semoga pulangnya senja mengobati rindu yang selama dua bulan dipendam😉

  3. Hehehe.. jebakan pencopet yang berhasil.. hhehehehe…
    Mas coba lihat film “Alangkah Lucunya (negeri ini) ” yang disutradari oleh Deddy Mizwar.
    Sedikit banyak ada hubungannya dengan pencopet di Film itu, heheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s