Sekolah

Apa yang ada dalam bayangan Anda saat mendengar kata “sekolah”? mungkin yang ada dalam bayangan kita adalah kita menuntut ilmu dan memiliki banyak teman. Begitulah yang ada dalam bayangan saya tentang sekolah. Dengan sekolah saya bisa pintar, bisa meraih cita-cita kita. Meskipun mennuntut ilmu itu tidak dengan harus sekolah saja. Tapi setidaknya dengan bersekolah kita jadi semangat untuk belajar karena memiliki banyak teman.

Saat ini saya senang sekali karena adik saya Pelangi lulus dengan nilai yang bagus menurut saya. Sebenarnya ia ingin sekali masuk  SMP favorit di kota kami. Kebetulan sekolah itu sudah RSBI, tentu saja Langi sudah lolos seleksi dengan beberapa teman sekolahnya. Namun sayang sekali biaya yang harus dikeluarkan sangatlah besar, mencapai puluhan juta. Dan itu jelas sekali memberatkan ayah saya. Ayah hanya seorang kuli, dan meskipun saya siap membantu, tapi alangkah baiknya kalau uang itu saya tabung buat kelak jika Langi masuk kuliah. Alhamdulillah Langi bisa mengerti dan berpikir dewasa. Langi mau sekolah di mana saja asal tetap bisa sekolah. Dan rencananya akan masuk SMP yang lain, meskipun bukan SMP terfavorit, tapi masuk SMP unggulan juga di kota kami. Saya selalu menekankan sama Langi, “dimanapun kita sekolah, kalau kita rajin belajar hasilnya tak akan kalah dengan yang lulusan terfavorit sekalipun”.

Dulu saat kita kecil, orang tua kita selalu bilang sama kita “sekolah yang pintar ya nak.., biar bisa meninggikan derajat orang tua, biar sukses”, tapi sekarang ini banyak orang tua yang bilang “ ya sudah nak, tidak usah sekolah saja, mahal biayanya”. Ini ironi sekali bukan? Rasanya pendidikan di negara kita ini perlu adanya pembenahan. Bagaimana bangsa ini bisa pintar kalau sekolah saja mahal.Banyak sekolah yang sudah terkenal kemudian mengkomersialkan sekolanya. Sehingga banyak sekali anak-anak cerdas di daerah saya yang harus pupus harapannya karena tidak ada biaya untuk terus melanjutkan pendidikan. Mungkin anda berpikir tentang beasiswa, tidak semua orang bisa mendapatkan beasiswa. Mungkin mereka yang  beruntung saja yang bisa mendapatkan beasiswa.

Atau katakanlah ada anak yang setelah lulus SMA mendapatkan beasiswa di salah satu perguruan tinggi karena ia sangat pintar. Tapi beasiswa itu kan cuma membiayai pendidikan kita, bukan yang lainnya. Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari, biaya kosan, dan lain-lain. Kalau kita kuliah sambil bekerja mungkin bisa, tapi sangat sedikit yang bisa melakukannya. Apalagi kalau mendapat beasiswa itu harus mempertahankan nilai kita agar tidak turun. Kalau kuliah sambil kerja tentu membuat capek dan akhirnya malas belajar. Ini kasus bagi anak pintar tapi miskin. Lalu bagaimana dengan anak dengan kemampuan biasa tapi miskin juga? Mungkin bisa mendapat ijazah sampai SMA saja sudah sangat bersyukur. Ujung-ujungnya ya menambah daftar panjang pengangguran di negara kita ini.

Saya selalu berharap kalau pendidikan kita bisa diprioritaskan oleh pemerintah. Sekolah jangan mahal-mahal biar anak-anak Indonesia pintar semua dan bisa memajukan bangsa ini.  Jangan sampai ada anak putus sekolah lagi lantaran tidak ada biaya. Dan bagi adik-adik (termasuk Langi), jangan pantang menyerah!!!  Meskipun kita miskin harta tapi jangan sampai kita miskin ilmu pengetahuan…, Ayo sekolah…, raih cita-cita kita, raih mimpi kita. Di balik kesulitan pasti ada jalan kok, Allah akan selalu menolong hambanya yang terus berusaha dan tak pernah putus asa. Dan yang paling penting JANGAN MALAS BELAJAR!!!.. ya Langi….,🙂 mbak akan selalu berdoa buat kamu, agar kamu bisa terus sekolah, agar kamu bisa membanggakan orang tua, agar kamu bisa jadi yang terbaik, jadi wanita cerdas dan sholeha… amin…

46 thoughts on “Sekolah

  1. Benar. Pendidikan di negeri ini makin tahun makin mahal. Padahal banyak anak2 berprestasi dari keluarga yang kurang mampu ingin bersekolah tetapi terhambat masalah biaya. Akibatnya impian mereka tinggal harapan belaka. Pemerintah harusnya lebih perduli dengan masalah ini. Jangan jadikan pendidikan sebagai ajang komersalisasi.

  2. Betul mbak..mencari ilmu bisa dari mana saja. Kalo ada kemauan, mau belajar dan bekerja keras hasil tetep sama. Yang menentukan kualitas kan orangnya. Fasilitas hanya faktor luar. Jadi tetap semangat yah ^_
    Danke

  3. kurangnya pemerataan mungkin yang jadi penyebabnya..
    selain itu, jugde masyarakat terhadap suatu sekolah akan mempengaruhi siapa saja yang akan masuk pada sekolah itu, dan akhirnya sangat mempengaruhi pada perilaku anak/siswa tersebut dalam inteeraksi dengan temnannya

  4. itulah kelemahan pemerintah kita,,bukan karena indonesia yang miskin,,tapi orang-orang di dalam pemerintahan yang gak puas dengan gaji mereka yang sudah sedemikian besar..makanya mereka mencari sampingan dengan membuat objekan sendiri..program sekolah gratis pun menjadi sia-sia..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

  5. saya juga termasuk kayak adiknya Senja, tapi saya bisa buktikan, meski sekolah di tempat yang biasa aja saya bisa bersaing dengan lulusan Sarjana lainnya di jakarta

  6. RSBI itu menurut saya adalah bentuk nyata pemerintah dalam hal ini departemen pendidikan untuk berlepas diri dari membiayai pendidikan di Indonesia.

    Semua sekolah sama saja, yang membedakan hanyalah sarana dan prasarana….

    semoga pemerintah bisa menyediakan pendidikan terjangkau oleh semua kalangan….

  7. selamat pagi.

    tetap saja, UUD. Ujung-Ujungnya Duit.

    mau RSBI, RSBA, RSBE, kayaknya gak ada pengaruhnya.
    yang penting guru2nya tau cara paling ampuh untuk memotivasi dan berbagi ilmu dengan murid2nya.

    terima kasih dan mohon maaf😮

  8. yeap! mencari ilmu bisa dimana saja. Hanya sekarang, kita cenderung sepakat bahwa sekolah adalah lembaga formal untuk memutuskan seseorang “terdidik” apa tidak. Kecerdasan juga jamak yang masih diukur lewat teraan nilai di lembar pendamping ijazah.

    postingan yang bagus🙂
    salam kenal

  9. Saya kadang gak habis pikir, katanya sekolah gratis tapi uang masuk na`uzubillah. Jadi percuma dong berkoar-koar sekolah gratis.
    Salam sukses.

  10. tapi memang ilmu itu mahal. untuk memilikinya harus pakai uang. apalagi kalau secara formal dan menginginkan ijazah. kecuali cari ilmu secara otodidak, gratislah…
    salam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s