Rasa Bahagia…

Pagi ini saya merasa sangat bahagia hanya gara-gara sebuah SMS. Cuma karena SMS singkat dari adik saya Pelangi bisa membuat saya tersenyum🙂, SMS dari adik saya itu bunyinya seperti ini

“meT ulT4h e0 mb4k, k4d0Ny4 eZ nX uM4h, d k4m4R Mb4K”

Itu adalah SMS dari Langi, meskipun terkadang saya susah membacanya, tulisannya alay seperti itu, kadang sampai nanya sama temen saya, dan teman saya juga tidak bisa membacanya, hehe…, meskipun berkali-kali saya bilangi Langi agar nulis yang bener tapi tetap saja seperti itu. Saya khawatir nanti jadi terbiasa,  saat mengerjakan ulangan di sekolah nulis juga seperti itu, bisa-bisa gurunya jadi pusing tujuh keliling membacanya:mrgreen:

Saya tidak menyangka Langi bisa ingat hari ulang tahun saya, dan punya inisiatif memberikan kado. Langit saja tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun pada saya. Mungkin dia juga tidak ingat kapan saya lahir. Jadi teringat saat kecil, dulu ulang tahun saya sering dirayakan sama Ibu. Semua teman-teman sekolah saya diundang, setelah berdoa bersama, kita mendengarkan ceramah dari ustad yang sengaja didatengin Ibu untuk menasehati kami semua. Setelah semua selesai saya akan memilah-milah kado, mana yang akan saya simpan, dan mana yang akan saya bagikan pada teman-teman. Dan terakhir saya merayakan ulang tahun saat saya berusia tujuh belas. Kebetulan saat ulang tahun yang ke tujuh  belas itu saya sudah semester 1, jadi saya merayakannya bersama teman-teman saya, tidak dengan Ayah dan Ibu saya. Meskipun kami cuma makan-makan saja di McD**, saya tetap senang bisa berbagi kesenangan dengan teman-teman.

Tapi itu semua sebelum saya mengerti arti ulang tahun. Setelah ulang tahun yang ke tujuh belas itu, saya tidak pernah merayakannya. Justru saya merasa sedih karena jatah hidup saya jadi berkurang, sementara saya masih begini saja. Saya merasa belum bisa menjadi yang terbaik, bagi agama saya, bagi kedua orang tua saya, bangsa saya. Saya merasa termasuk orang yang rugi, sementara banyak orang di luar sana yang sudah sering berbuat banyak tentang hal kebaikan bagi sesamanya. Saya benar-benar merasa malu, saya sangat malu pada Tuhan saya, saya malu sama semuanya. Saya merasa baru sedikit sekali amalan saya yang saya tabung buat akherat kelak. Sementara waktu itu terus saja berjalan dengan cepat. Menggenlinding seperti roda yang tanpa bisa dihentikan lajunya, dan umur saya berkurang setiap harinya.

Ya Allah…, saya takut sekali jika tabungan saya di akherat belum cukup tapi Engkau telah memanggil saya. Saya sangat bersyukur sekali masih diberi kesempatan sampai hari ini untuk bisa terus menghirup hawa duniaMu, kesejukan nafasku juga masih terasa olehku. Saya ingin di hari kelahiran saya ini sebagai penanda bagi saya agar bisa berbuat lebih baik lagi. Berikanlah segala kemudahan bagi saya, berikanlah kebahagiaan pada orang-orang di sekitar saya, Ayah, Ibu dan adik-adik saya. Teman-teman dan saudara saya. Dan semua orang yang membaca tulisan saya ini, Amin….

Ya Allah.., sebentar lagi bulan penuh rahmat dan ampunan akan tiba, maka berilah kesempatan pada saya untuk bisa menabung di akherat lebih banyak lagi dan bisa mendapat ampunanMu…

Karena Ramadhan sudah di ujung mata, maka dengan kerendahan hati saya mohon maaf atas segala khilaf, semoga masih ada usia hingga akhir Ramadhan, dan semoga ampunan  rahmat Allah senantiasa terlimpah bagi kita semua… Amin… Marhaban ya Ramadhan…

12 thoughts on “Rasa Bahagia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s